Oh, bukan
.Aku tak ingin memberimu bumbu-bumbu mistis. Kau tahu, kan, aku membenci mistis. Aku tak suka hitam.
.Aku tak ingin memberimu bumbu-bumbu mistis. Kau tahu, kan, aku membenci mistis. Aku tak suka hitam.
Ya, Kei.
Ini cerita tentang sebuah lampu penerang jalan, jalan setapak di belakang sana.
Ini cerita tentang sebuah lampu penerang jalan, jalan setapak di belakang sana.
Ah, jangan bilang kau tak pernah perhatikan ia.
Jika kau menyusuri setapak jejalanan, kau akan menemui satu lampu penerang jalan. Iya, Kei... satu lampu saja. Ia sendirian, Kei.
Jika kau menyusuri setapak jejalanan, kau akan menemui satu lampu penerang jalan. Iya, Kei... satu lampu saja. Ia sendirian, Kei.
Aku tak pernah bertanya padanya, tapi kiraku ia telah begitu tua. Aku perhatikan tiangnya yang terbuat dari kayu yang aromanya tak lagi segar, penuh baret di sekujurnya.
Dan lagi, jelaga yang menggelayuti.
Apalagi temaramnya yang terlalu redup itu.
Dan lagi, jelaga yang menggelayuti.
Apalagi temaramnya yang terlalu redup itu.
Kei, aku benar-benar mendengarnya terisak ketika senja di penanggalan akhir pada pengujung tahun kemarin. Aku rasa, buncahan kembang api di lelangit luas tak mampu menenangkan hatinya.
Menurutmu, kenapa ia sampai terisak, Kei? Bisakah kau merasainya? Sesakkah? Sakit?
Kei,
Pernah kau mencoba membayangkan dirimu menjadi ia--Kau, berdiri sendiri saja di sana?
Pernah kau mencoba membayangkan dirimu menjadi ia--Kau, berdiri sendiri saja di sana?
Para pohon memiliki nyanyian yang hanya dimengerti oleh mereka.
Kawanan burung lalu begitu saja, membawa cerita tentang mereka. Terkadang satu-dua tampak hinggap, kemudian pergi sebelum sempat bertukar cerita.
Dan, manusia-manusia yang melalui jalan setapak itu begitu tak acuh padanya. Padahal temaram pun telah mampu membantu kakimu menapaki tempat yang benar.
Aaahh, bayangkan, Kei!
Bayangkan saja kalau langit dan pertiwi pun seakan lupa bahwa kau ada?!
Bayangkan saja kalau langit dan pertiwi pun seakan lupa bahwa kau ada?!
Kau bernyanyi seorang diri, menjadi pencerita dan juga pendengar dari dan untuk dirimu sendiri.
Ketika hujan, tak ada yang meneduhimu.
Saat panaspun kau terbakar seorang diri.
Kala dingin tak ada yang memelukmu.
Kei,
Benarkah kau tak pernah mendengarnya?
Ia terisak.
Sesak dan pedih.
Kei...
Benarkah kau tak pernah mendengarnya?
Ia terisak.
Sesak dan pedih.


0 komentar:
Posting Komentar