Menjadi Manusia Tepat (Waktu & Janji)


Tepat waktu dan tepat janji adalah dua hal sederhana namun membutuhkan kesadaran diri secara penuh untuk menjadikan dirimu seseorang yang benar-benar tepat.


Jarak tempuh antara rumah dan tempat kerja yang jauh, kemacetan yang semakin gila di Ibukota, urusan rumah tangga yang menumpuk, dan banyak lagi alasan yang terasa benar untuk kita sampaikan ketika kita jatuh ke dalam keadaan telat.

Beribu macam alasan dan berjuta pembenaran pun muncul. Semua itu memang tidak akan menjadi sebuah masalah SELAMA kita menetatpkan standar yang rendah untuk kualitas diri kita dalam berdisiplin.

Orang bijak (yang entah siapa namanya) berkata, “Janganlah berjanji ketika kamu sedang bahagia.” Well, gue setuju. Ketika kita sedang dalam keadaan happy, acapakali kita mengumbar janji. Padahal, sesepele apapun, yang namanya janji tetap harus ditepati.

Contoh sederhana, gue berjanji ke suami kalau setiap kali gue kentut dengan jenis silent killer gue harus keluar dari kamar tidur. Janji yang sangat sederhana bukan? Nah, coba bayangin lo lagi ngantuk-ngantuknya, terus tiba-tiba keluarlah gas beracun itu tanpa suara sedikitpun. Masih yakin lo bisa nepatin janji?

Terserah individunya, sih, mau nepatin janji atau gak, dan terserah juga mau jadi orang tepat waktu atau tukang telat. Yang pasti, kedua hal sederhana itu juga akan menentukan penilaian orang lain terhadap kualitas diri lo. Menepati hal sederhana saja tidak bisa, lalu apakah seseorang seperti ini bisa dipercaya untuk bertanggung jawab akan hal yang lebih besar?!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

Gue adalah...

Gue adalah manusia berjenis kelamin perempuan, yang walaupun dijatahin kulit sawo mateng sama Tuhan, tapi tetep punya senyum yang manis banget (kata nyokap, sih...) Gue belum terlalu aktif ngeblog dikarenakan gue adalah salah satu dari semesta para manusia yang menua di jalan, terjebak dalam rutinitas dan kemacetan Jakarta (alasan klise memang...) Pastinya, menulis adalah cara untuk gue curhat/ngoceh dan bisa disimak sama orang lain. Secara... kalau lo ngoceh pas lagi desek-desekkan di kereta yang ada lo digebukin orang segerbong. So... dengan cara menulis dan di "rumah" inilah gue bisa menyalurkan hobi untuk ngoceh. Itu saja... Selebihnya, yuk kita ngoceh bareng di "rumah" ini. :)